
MALANG- Konsistensi Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang dalam mengembangkan potensi dan inovasi di bidang air minum menjadikannya magnet percontohan nasional.
Silih berganti, BUMD Air Minum dari luar daerah datang berkunjung ke Kota Malang untuk belajar. Seperti halnya rombongan Perseroda PT Air Minum Tabalong Bersinar (PTAMTB) Kalimantan Selatan, yang berkunjung ke Kantor Pusat Perumda Tugu Tirta, Selasa (10/1/23).
"Kami jauh-jauh belajar ke Kota Malang agar bisa menyerap ilmu dari Tugu Tirta. Salah satunya belajar mengenai RPAM. Kami ingin bisa mengimplementasikannya dengan baik di Kabupaten Tabalong," ungkap Kepala Bagian Teknik PTAMTB, Slamet Budi Santosa, S.Sos mewakili rombongan.
Slamet menjelaskan, PTAMTB bukan termasuk BUMD Air Minum besar, karena pelanggannya masih di angka 30.000 an. Dia pun menceritakan sejumlah permasalahan yang masih dihadapi.
"Dengan kapasitas produksi masih di kisaran 600-an lps, iddle capacity kami masih 52%. Kualitas air produksi juga belum terlalu baik. Sejauh ini kami masih memanfaatkan air baku dari Sungai Tabalong, sehingga kualitasnya pun belum terlalu bagus. Selain itu, banyak pipa berusia tua yang masih kami gunakan," bebernya.
"Dengan sarana prasarana penunjang yang belum semuanya memadai, kami terus berjuang sebaik mungkin. Paling tidak, usaha kami membuahkan hasil sehingga sempat menjadi PDAM terbaik kedua di Kalsel," sambung Slamet.
Kehadiran rombongan dari Tabalong disambut hangat Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, M Nor Muhlas S.Pd, MSi beserta jajarannya.
"Adanya pertemuan ini semoga menjadi ajang transfer knowledge bernilai positif sebagai sesama tukang ledeng. Kita sama-sama belajar demi meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Ibarat hidup saling menggenapi, maka semoga ada ilmu bermanfaat yang bisa dibawa rekan-rekan dari Tabalong begitu pula sebaliknya bagi kami di Tugu Tirta," tandas Muhlas.
Humas Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang